Hidup, Amal & Akhir HayatKu Untuk ALLAH s.w.t.

RENUNGILAH... HARGAILAH SEBUAH PERSAHABATAN KERANA DISEBALIKNYA TERSIMPUL SEGALA-GALANYA… Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Wednesday, February 01, 2006

..:: Belajar dari Kegagalan ::..

Seseorang yang pernah mengalami kegagalan diharapkan untuk belajar dari kesalahan tersebut dan tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya ataupun untuk yang ke sekian kalinya. Dengan demikian setiap kali seseorang melakukan kesalahan yang berbeza, ia akan belajar dari setiap kesalahan tersebut dan menjadi lebih baik lagi untuk suatu saat ia akan berjaya meraih kejayaan dalam hidupnya. Dan memang pada kenyataannya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak pernah berbuat kesalahan.

Hikmah Kegagalan
Kegagalan adalah merupakan suatu reaksi positif dari usaha kita mencuba sesuatu. Mengapa reaksi positif? Kerana dari kegagalan, kita sudah memiliki modal berupa pengalaman melakukan hal yang salah sehingga kita tidak akan mengulanginya kembali di lain waktu. Agar kita tidak terus hanyut dalam kegagalan, kita harus selalu berusaha untuk mencari makna positif dari setiap kegagalan yang menimpa kita sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita yang mengalaminya. Kita harus percaya bahawa seburuk-buruknya kegagalan yang kita alami, tetap terdapat makna positif yang bisa kita petik dan kita jadikan pedoman bagi tindakan berikutnya.

Bangkit dari Kegagalan
Sebagai manusia tentu kita memiliki perasaan dan emosi. Pada saat kita melakukan kesalahan ataupun kegagalan yang menurut kita sangat mengecewakan dan memalukan diri kita, tentu kita dapat merasa kesal, sedih, dan bingung. Kita mungkin marah terhadap diri kita sendiri. Jika kita memang merasakan hal yang demikian, kita berhak meluahkan kesedihan kita sejenak dengan menangis, menceritakan kekesalan ataupun kesedihan kita kepada keluarga kita ataupun sahabat yang kita percayai, mungkin juga berteriak dengan keras di suatu lapangan rumput yang luas atau berbagai ekspresi kekesalan ataupun kesedihan kita lainnya yang wajar dan tidak merugikan pihak lain. Namun kita tidak boleh terus-menerus dalam situasi seperti itu. Kita tidak boleh terus-menerus menangisi keadaaan kita, kita juga tidak boleh terus-menerus marah terhadap diri kita dan mengatakan bahawa kita adalah orang yang paling bodoh dan paling gagal di dunia. Kita tidak berhak menghakim diri kita seperti itu kerana masih banyak orang yang lebih gagal dari kita yang tidak kita ketahui, selain itu juga perbuatan tersebut akan menghalang kita meraih kejayaan yang sedang menanti untuk kita raih. Kita harus membebaskan diri dari perasaan tersebut, bangkit kembali dan cuba melakukan tindakan-tindakan yang terbaik. Kegagalan bukan merupakan suatu hal yang patut untuk ditangisi dan disesali terus- menerus, kerana tangis tidak akan mengubah kegagalan yang telah menimpa kita, namun kita harus berbesar hati kerana kita telah memiliki pengalaman yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain.Bangkit kembali dari kegagalan memang bukan hal yang mudah, namun juga bukan merupakan hal yang mustahil. Yakinilah dan niscaya kita akan berhasil!

Beberapa Sikap Positif dalam Menghadapi Kegagalan
Sikap#1: Selalu Berpikir Positif untuk Meraih hal yang Positif dalam Hidup Sebagai manusia kita harus selalu berpikir hal-hal yang positif agar tindakan dan perilaku kita juga mengarah kepada hal-hal yang positif. Dengan demikian diharapkan hasil dari tindakan dan perilaku kita yang positif tersebut dapat menghasilkan buah-buah yang positif juga.

Sikap#2: Renungkan kesalahan dan kegagalan kita sampai sebelum matahari terbit keesokan harinya. Kita boleh menyesali, menangisi, meratapi, dan merenungi kesalahan maupun kegagalan yang telah kita lakukan, namun berikan batas waktu sampai dengan sebelum matahari terbit keesokan harinya kita harus sudah dapat mengambil hikmahnya dan berhenti meratapi kesalahan dan kegagalan yang telah kita lakukan. Mengapa demikian? Kerana sedalam-dalamnya kita meratap, sekeras-kerasnya kita menangis, kesalahan dan kegagalan yang telah kita perbuat tidak akan bias ditarik kembali. Kita harus melakukan tindakan untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan.

Sikap#3: Hapus Air Mata dan Bangkitkan Minat Mencuba setelah kita memahami apa makna dari kesalahan dan kegagalan yang kita lakukan, kita harus bangkit kembali dengan semangat dan energi yang baru untuk mencuba kembali meraih apa yang telah kita cita-citakan sebelumnya. Kita harus membangkitkan keyakinan dalam diri bahawa kita adalah orang yang berjaya, meskipun pada kenyataannya mungkin kita telah mengalami kegagalan berkali-kali. Setiap kali kita melakukan kesalahan dan gagal, kita harus percaya bahawa kita hanya perlu mencuba sekali lagi untuk meraih kejayaan yang telah menanti kita.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Tips, educate child, teenagers, adults in daily lifestyles.



My blog is worth $0.00.
How much is your blog worth?


HACKER SAFE certified sites prevent over 99.9% of hacker crime.
 
..:: LARANGAN BERSEMBAHYANG DALAM KEADAAN MABUK DAN JUNUB ::..
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu hampiri sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu sedar dan mengetahui akan apa yang kamu katakan dan janganlah pula (hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan Junub (berhadas besar) kecuali kamu hendak melintas sahaja hingga kamu mandi bersuci dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun."[Maksud Firman Allah Taala Surah An-Nisa' :43]