Hidup, Amal & Akhir HayatKu Untuk ALLAH s.w.t.

RENUNGILAH... HARGAILAH SEBUAH PERSAHABATAN KERANA DISEBALIKNYA TERSIMPUL SEGALA-GALANYA… Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Friday, March 17, 2006

..:: 99 Asma Allah Swt ::..

Semua 99 asma Allah menurut tradisi Islam :
  1. Ar-Rahman: Yang Berbaik Hati
  2. Ar-Rahim: Sang Pengampun
  3. Al-Malik: Sang Raja
  4. Al-Quddus: Sang Suci
  5. As-Salaam: Sang Yang Damai
  6. Al-Mu'min: Yang Dipercayai
  7. Al-Muhaymin: Sang Penguasa
  8. Al-'Aziz: Yang Kuat
  9. Al-Jabbar: Sang Penindas
  10. Al-Mutakabbir: Sang Tuhan
  11. Al-Khaliq: Sang Pencipta
  12. Al-Baari': Sang Pencipta
  13. Al-Musawwir: Sang Pengatur
  14. Al-Ghaffar: Sang Pengampun
  15. Al-Qahhar: Sang Mahakuasa
  16. Al-Wahhab: Sang Pemberi
  17. Ar-Razzaq: Sang Pemberi
  18. Al-Fattah: Sang Pemberi Wahyu
  19. Al-'Alim: Yang Mahatahu
  20. Al-Qabid: Yang Menerima
  21. Al-Basit: Yang Mengembangkan
  22. Al-Khafid: Yang Merendahkan
  23. Ar-Rafi': Sang Rafi’
  24. Al-Mu'iz: Yang Menghormat
  25. Al-Muzil: Sang Penakluk
  26. As-Sami': Yang Tahu Segalanya
  27. Al-Basir: Yang Melihat Semuanya
  28. Al-Hakam: Sang Hakim
  29. Al-'Adl: Yang Adil
  30. Al-Latif: Yang Baik
  31. Al-Khabir: Yang Teliti
  32. Al-Halim: Yang Murah Hati
  33. Al-'Azim: Yang Agung
  34. Al-Ghafoor: Sang Pengampun
  35. Asy-Syakur: Yang Bersyukur
  36. Al-'Aliy: Yang Tertinggi
  37. Al-Kabir: Yang Terbesar
  38. Al-Hafiz: Sang Penjaga
  39. Al-Muqit: Sang Pemelihara
  40. Al-Hasib: Sang Hasib
  41. Al-Jalil: Yang Terhormat
  42. Al-Karim: Yang Pemurah
  43. Ar-Raqib: Sang Penjaga
  44. Al-Mujib: Yang Menjawab
  45. Al-Wasi': Yang Tahu Segalanya
  46. Al-Hakim: Yang Bijaksana
  47. Al-Wadud: Sang Pengasih
  48. Al-Majid: Yang Jaya
  49. Al-Ba'ith: Sang Pembangkit Maut
  50. Ash-Shahid: Sang Saksi
  51. Al-Haqq: Yang Benar
  52. Al-Wakil: Sang Wakil
  53. Al-Qawī: Yang Kuat
  54. Al-Matin: Yang Kuat
  55. Al-Walī: Sang Pelindung
  56. Al-Hamid: Yang Dipuji
  57. Al-Muhsi: Sang Penghitung
  58. Al-Mubdi': Sang Pemula
  59. Al-Mu'īd: Sang Mu’id
  60. Al-Muhyī: Sang Pemberi Kehidupan
  61. Al-Mumīt: Sang Pembawa Maut
  62. Al-Hayy: Yang Hidup
  63. Al-Qayyum: Sang Kayum
  64. Al-Wajid: Yang Mengetahui Segalanya
  65. Al-Wahid: Sang Wahid, Yang Satu
  66. Al-Majid: Yang Terhormat
  67. Al-Ahad: Yang Satu
  68. As-Samad: Sang Kekal
  69. Al-Qadir: Sang Mampu
  70. Al-Muqtadir: Yang Mampu
  71. Al-Muqaddim: Sang Pemberi
  72. Al-Mu'akhkhir: Yang Menyelesaikan
  73. Al-'Awwal: Yang Pertama
  74. Al-'Akhir: Yang Terakhir
  75. Az-Zahir: Sang Lahir
  76. Al-Batin: Yang Tersembunyi
  77. Al-Waali: Sang Penguasa
  78. Al-Muta'ali: Yang Maha Agung
  79. Al-Barr: Yang Alim
  80. At-Tawwab: Sang Pengampun
  81. Al-Muntaqim: Sang Pembalas Dendam
  82. Al-'Afuww: Sang Pengampun
  83. Ar-Ra'uf: Sang Pengampun
  84. Al-Muqsit: Yang Benar
  85. Aj-Jami': Sang Pengumpul
  86. Al-Ghanī: Yang Makmur
  87. Al-Mughnī: Sang Penganugrah
  88. Al-Maani': Sang Pembimbing
  89. Ad-Daarr: Yang Memecah Belah
  90. An-Nafi': Sang Pemberi
  91. An-Nur: Sang Cahaya
  92. Al-Hadi: Sang Penuntun
  93. Al-Badi': Yang Tak Terbandingi
  94. Al-Baqi: Yang Kekal
  95. Al-Warith: Sang Waris
  96. Ar-Rashid: Sang Pembimbing
  97. As-Sabur: Yang Sabar
  98. Malik Al-Mulk: Raja Alam Semesta
  99. Zul-Jalali wal-Ikram: Tuhan Keagungan dan Tinggi
Menurut tradisi Islam, hanya nama-nama inilah yang diberitahukan kepada manusia oleh Tuhan. Para nabi mengetahui lebih banyak nama, sedangkan para malaikat mengetahui lebih banyak dari mereka. Sedangkan Allah sendiri mengetahui yang terbanyak dari siapapun jua.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Tips, educate child, teenagers, adults in daily lifestyles.



My blog is worth $0.00.
How much is your blog worth?


HACKER SAFE certified sites prevent over 99.9% of hacker crime.
 
..:: LARANGAN BERSEMBAHYANG DALAM KEADAAN MABUK DAN JUNUB ::..
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu hampiri sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu sedar dan mengetahui akan apa yang kamu katakan dan janganlah pula (hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan Junub (berhadas besar) kecuali kamu hendak melintas sahaja hingga kamu mandi bersuci dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun."[Maksud Firman Allah Taala Surah An-Nisa' :43]