Hidup, Amal & Akhir HayatKu Untuk ALLAH s.w.t.

RENUNGILAH... HARGAILAH SEBUAH PERSAHABATAN KERANA DISEBALIKNYA TERSIMPUL SEGALA-GALANYA… Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Sunday, March 19, 2006

Hukum Bepergian Untuk Menziarahi Kuburan Nabi SAW

Tanya:
Apa hukum melakukan perjalanan untuk berziarah ke kuburan Nabi atau kuburan para wali, orang-orang shalih dan lain-lain?
Jawab:
Al-Hamdulillah. Tidak boleh melakukan perjalanan dengan tujuan untuk menziarahi kuburan Nabi, atau kuburan orang lain menurut pendapat yang benar dari kalangan para ulama, berdasarkan sabda Nabi:
"Tidak boleh melakukan perjalan khusus menuju ke ketiga masjid: Masjid Al-Haram, masjid An-Nabawi dan masjid Al-Aqsha." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Yang disyariatkan bagi orang yang ingin berziarah ke kuburan Nabi, sementara ia tinggal jauh dari kota Al-Madinah, untuk meniatkan mengunjungi masjid An-Nawabi. Jadi menziarahi kuburan Nabi, kuburan Abu Bakar, Umar dan para Syuhada di Baqie' terikut dengan sendirinya dalam amalan tersebut. Kalau keduanya (menziarahi masjid dengan kuburan Nabi) diniatkan secara bersamaan, boleh-boleh saja. karena menziarahi kuburan Nabi itu boleh diniatkan secara bersamaan dengan mengunjungi masjid Nabi, namun tidak boleh diniatkan secara khusus. Bila niatnya hanya untuk mengunjungi kuburan Nabi saja, tidak boleh bila dilakukan dengan perjalanan khusus. Namun apabila jaraknya dekat, tidak membutuhkan perjalanan khusus dan berat, sehingga perjalan ke kuburan itu tidak termasuk kategori bepergian, maka itu tidak menjadi masalah. Karena mengunjungi kuburan Nabi saw, kuburan dua Sahabat beliau tanpa melalui perjalanan khusus adalah sunnah dan termasuk pendekatan diri kepada Allah. Demikian pula halnya dengan menziarahi kuburan para syuhada dan para penghuni kuburan di Baqie'. Sama halnya juga dengan menziarahi kuburan kaum muslimin di setiap tempat, hukumnya sunnah dan merupakan pendekatan diri kepada Allah. Tetapi tanpa melakukan perjalan khusus dan berat, berdasarkan sabda Nabi:
"Berziarahlah ke kuburan, sesungguhnya itu dapat mengingatkan kalian kepada Akhirat."
(Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahih-nya)
Nabi saw mengajarkan para Sahabat beliau bila berziarah kuburan untuk mengucapkan:
Assalamu 'alaikum Ahlad Diyaar Minal Mukminin wal Muslimin, wa Inna Insya Allahu Bikum Laahiqun, Nas-alullaha Lana wa Lakumul Aafiyah.
"Assalamu 'alaikum wahai para penghuni kuburan dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Kami -insya Allah-- akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan buat kami dan buat kalian semua." (Dikeluarkan oleh Muslim juga dalam Shahih-nya)
Kitab Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz -Rahimahullah- VIII : 336

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Tips, educate child, teenagers, adults in daily lifestyles.



My blog is worth $0.00.
How much is your blog worth?


HACKER SAFE certified sites prevent over 99.9% of hacker crime.
 
..:: LARANGAN BERSEMBAHYANG DALAM KEADAAN MABUK DAN JUNUB ::..
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu hampiri sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu sedar dan mengetahui akan apa yang kamu katakan dan janganlah pula (hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan Junub (berhadas besar) kecuali kamu hendak melintas sahaja hingga kamu mandi bersuci dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun."[Maksud Firman Allah Taala Surah An-Nisa' :43]