Hidup, Amal & Akhir HayatKu Untuk ALLAH s.w.t.

RENUNGILAH... HARGAILAH SEBUAH PERSAHABATAN KERANA DISEBALIKNYA TERSIMPUL SEGALA-GALANYA… Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Sunday, March 19, 2006

..:: Wudhu` ::..

alhamdulillah washalatu wassalamu `ala rasulillah wa `ala alihi washahbihi wa man waalah, wa ba`du :
Setelah kita mengenal alat yang digunakan untuk bersuci, kita lanjutkan dengan pembahasan tentang bersuci.
Ada dua macam bentuk bersuci;
  1. Bersuci dari hadats kecil, yang biasa dikenal dengan wudhu`.
  2. Bersuci dari hadats besar, yang biasa dikenal dengan mandi.
Pada kali ini kita akan membahats tentang wudhu`.
Pembahasan tentang wudhu` sangat urgen sekali, mengingat ia berkaitan erat dengan tiang agama (shalat), shalat seseorang tidak akan sempurna bila ia tidak menyempurnakan wudhu`nya, jangan anda bermimpi untuk ber shalat dengan khusyu` bila anda mengacuhkan wudhu`, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa Rasulullah saw ragu disaat membaca surat Ar-Ruum dalam shalat beliau, setelah salam, beliau bersabda, "Bahwa diantara kalian ada yang mengacaukan kekhusyu`anku karena ia tidak berwudhu` dengan sempurna", subhanallah, ternyata mengabaikan wudhu` bukan saja merusak shalat si pelakunya tetapi juga merusak shalat jamaah yang lain, bahkan shalat Rasulullah saw sekalipun.
Begitu pentingnya wudhu`, maka para ulama salaf tidak enggan mengajarkannya kepada umat, suatu hari, Utsman bin Affan radhiyallahu `anhu (seorang khalifah) meminta sebejana air, lalu ia berwudhu` dihadapan khalayak ramai, setelah selesai, beliau mengatakan, "seperti ini saya melihat Rasulullah saw berwudhu`," Imam Az-Zuhri rahimahullah (seorang ulama besar di kota Madinah) sering mengunjungi rumah para penduduk dalam rangka mengajarkan mereka cara berwudhu` seperti wudhu`nya Rasulullah saw.
Kaifiyyat wudhu` yang sesuai dengan sunah Rasulullah saw :

"Bersiwak terlebih dahulu, lalu mulai dengan membaca bismillah sambil membasuh kedua telapak tangan tiga kali, lalu berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung, juga dilakukan tiga kali, kemudian membasuh muka tiga kali sambil menyelangi tangan ke janggut, dan batasan muka, memanjang: awal tempat tumbuh rambut hingga dagu, melebar: anak telinga kanan hingga anak telinga kiri, kemudian membasuh tangan kanan hingga siku tiga kali sambil memutarkan telapak tangan kiri di siku kanan untuk meyakinkan air menyentuh siku dan menyelangi jemari, kemudian membasuh tangan kiri hingga siku tiga kali sambil memutarkan telapak tangan kanan di siku kiri untuk meyakinkan air menyentuh siku dan menyelangi jemari, kemudian membasuh rambut cukup sekali dengan cara menempelkan ujung jari kedua telapak tangan di atas rambut bagian depan lalu menyekakannnya ke akhir rambut bagian belakang, lalu disekakan lagi kearah depan, membasuh telinga cukup sekali boleh dengan air yang baru dengan cara kedua jari telunjuk berada di bagian dalam daun telinga dan ibu jari di bagian luar, lalu diputarkan ke atas, kemudian membasuh kaki kanan hingga mata kaki tiga kali sambil menyelangi jemari kaki kanan dengan jemari tangan, lalu membasuh kaki kiri hingga mata kaki tiga kali sambil menyelangi jemari kaki kiri dengan jemari tangan, setelah selesai lalu berdo`a:
"asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarikalah wa asyhadu anna muhammadan `abduhu warasuluh"
Bila anda melakukan wudhu` seperti di atas Rasulullah saw menjamin; dibukakan untuk anda delapan pintu surga sekaligus. Allahummarzuqnal jannah! Amiin.
Riyadh, 28 muharram 1426H.
Abu abdillah

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Tips, educate child, teenagers, adults in daily lifestyles.



My blog is worth $0.00.
How much is your blog worth?


HACKER SAFE certified sites prevent over 99.9% of hacker crime.
 
..:: LARANGAN BERSEMBAHYANG DALAM KEADAAN MABUK DAN JUNUB ::..
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu hampiri sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu sedar dan mengetahui akan apa yang kamu katakan dan janganlah pula (hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan Junub (berhadas besar) kecuali kamu hendak melintas sahaja hingga kamu mandi bersuci dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun."[Maksud Firman Allah Taala Surah An-Nisa' :43]